Selasa, 06 Januari 2015

Tugas ke 4 softskill smester 5

Nama: Ika Mulyana
NPM: 13512575
Kls: 3PA06

  • Komunikasi dalam menejemen

A. Definisi komunikasi
     Menurut kamus psikologi komunikasi adalah suatu bentuk interaksi, dimana tingkah laku suatu organisme      berperan sebagai suatu sttimulus terhadap perilakunya organisme yang lain. juga sebagai informasi yang          dikirimkan dari seseorang kepada orang lain.
      menurut

 B. Proses komunikasi
     Proses komunikasi adalah proses yang menggambarkan kegiatan komunikasi antara manusia yang                bersifat      interaktif, relasional, dan transaksional dimana komunikator mengirimkan pesan kepada                komunikan melalui media tertentu dengan maksud dan tujuan tertentu.
     sejalan dengan pendapat Gibson proses komunikasi terdiri dari lima unsur yaitu: komunikator, pesan,            perantara, penerima, dan balikan.

 C. Hambatan Komunikasi
     Hambatan komunikasi adalah segala sesuatu yang menjadi penghalang untuk terjadinya komunikasi yang        efektif. perbedaan budaya merupakan salah satu faktor penghambat dalam komunikasi. adapun faktor           hambatan komunikasi yang sernig terjadi antara lain: fisik, budaya, perpersi motivasi, pengalaman, emosi,       bahasa (verbal maupun nonverbal), kompetisi.

D. Definisi Komunikasi Interpersonal
     Menurut Joseph A. Devito adalah proses pengiriman pesan - pesan antara dua orang atau diantara                kelompok kecil orang - orang, dengan beberapa efek dan beberapa umpan seketika (daalm Effendy,            2013, p.60).

  •  Pelatihan dan Pengembangan
A. Definisi pelatihan
   Pelatihan menuru Sikula (1976) adalah: proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur       sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja nonmanajerial mempelajari pengetahuan keterampilan         teknis untuk tujuan tertentu.

B. Tujuan dan Sasaran Pelatihan
    Tujuan dari pelatihan secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut (Sikula, 1976): 
1.Meningkatkan Produktivitas
   Pelatihan selain diberikan kepada tenaga kerja baru, diberikan juga kepada tenaga kerja yang sudah lama     bekerja di perusahaan. pelatihan dapat mennigkatkan taraf prestasi tenaga kerja pada jabatannya sekarang.   presasi kerja yang meningkat mengakibatkan peningkatan dari produktivitas. Jadi prestasi kerja mennigkat,   keluaran meningakat, produktivita mennigkat.
2.Meningkatkan Mutu
   Pelatihan yang tepat tidak saja meningkatkan kuantitas dari keluaran tetapi juga meningkatkan kualitas dari  keluaran. tenaga ekrja yang berpengetahuan dan berketrampilan baik hanya akan berbuat sedikit kesalahan, dan cermat daalm pelaksanaan pekerjaan.
3. Meningkatkan Ketepatan dalam Perencanaan SDM
   Pelatihan yang tepat dapat membantu perusahaan untuk memenuhi keperluannya akan tenaga kerja dengan   pengetahuan dan keterampilan tertentu di masa yang akan datang. Jika suatu saat diperlukan, maka               lowongan yang ada dapat secara mudah diisi oleh tenaga dari dalam perusahaan sendiri
4. Meningkatkan Semangat kerja 
  Iklim dan suasana organisasi pada umumnya menjadi lebih baik jika perusahaan mempunyai program            pelatihan yang tepat. Suatu rangkaian reaksi positif dapat dihasilkan dari program pelatihan perusahaan yang  direncanakan dengan baik.
5. Menarik dan Menahan Tenaga Kerja yang Baik
   Para tenaga kerja, terutama para menejernya memandang kemungkinan untuk mengikuti pelatihan sebagai     bagian dari imbalan jasa dari perusahaan terhadap mereka. mereka berharap perusahaan membayar        program pelatihan yang mengakibatkan mereka bertambah pengetahuan dan keterampilan dalam keahlian  mereka masing - masing. karena itu banyak perusahaan yng menawarkan program pelatihan yang khusus untuk menarik tenaga kerja yang berpotensi baik.
6. Menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja 
  Pelatihan yang tepat dapat membantu menghindari timbulnya kecelakaan di perusahaan dan dapat menimbulkan lingkungan kerja yang lebih aman dan sikap netral yang lebih stabil.
7. Menghindari Keusangan
usaha pelatihan dilakukan secara terus menerus supaya para tenaga kerja dapat mengikuti perkembangan terakhir dalam bidang kerja mereka masing-masing. Ini berlaku baik untuk tenaga kerja maupun untuk tenag a kerja menejerial 
8. Menunjang Pertumbuhan Pribadi
Pelatihan tidak hanya menguntungkan perusahaan, tapi juga menguntungkan tenaga kerja sendiri.
Sasaran pelatihan adalah agar peserta pelatihan mengetahui dasar-dasar
teoritis-teoritis cara penulisan artikel ilmiah di jurnal ilmiah terakreditasi, agar peserta pelatihan memiliki wawasan yang komprehensif dalam memilih target jurnal nasionalterakreditasi yang dapat menampung hasil penelitian mereka, peserta pelatihan memahami hal-hal teknis yang perlu diketahui dalam publikasi di jurnal nasional terakreditasi, dan untuk terciptanya jaringan kerja.

C. Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan
Pelatihan menuru Sikula (1976) adalah: proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja nonmanajerial mempelajari pengetahuan keterampilan teknis untuk tujuan tertentu. Sedangkan pengembangan adalah proses pendidikan jangka panjang yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisir, sehingga tenaga kerja manajerial mempelajari pengetahuan konseptual dan teoritis untuk tujuan umum.
Jadi perbedaan antara pelatihan dan pengembangan terletak pada jika pelatihan ia pendidikan dalam waktu jangka pendek tetapi kalau pengembangan itu proses pendidikan dalam waktu jangka panjang, lalu jika pelatihan bertujuan untuk tujuan khusus sedangkan pegnembangan untuk tujuan khusus.

D. Faktor Psikologi dalam Pelatihan dan Pengembangan 
Program pelatihan merupakan suatu program yang membantu karyawan dalam membentuk, meningkatkan keterampilan, dan tingkah laku, memperbaiki sikap serta pengetahuan sesuai yang diharapkan perusahaan.

E. Metode dan Teknik Penelitian
untuk metode penelitian terbagi menjadi 2 yaitu on dan off the job trainning,
On The Job Training dibagi menjadi 6 macam yaitu:
1. Job instruction training
pelatihan ini memerlukan analisa kinerja pekerjaan secara teliti. Pelatihan ini dimulai dengan penjelasan awal tentang tujuan pekerjaan dan menunjukan langkah-langkah pelaksanaan pekerjaan
2. Apprenticeship
pelatihan ini mengarah pada proses penerimaan karyawan baru yang bekerja selama dan dibawah bimbingan praktisi yang ahli untuk beberapa waktu tertentu. Keefektifan pelatihan ini tergantung pada kemampuan praktisi yang ahli dalam mengawasi proses pelatihan.
3. Internship dan assistentship
pelatihan ini hampir sama dengan pelatihan apprenliceship hanya saja pelatihan ini mengarah pada kekosongan pekerjaan yang menuntut pendidikan formal yang lebih tinggi. Contoh internship training adalah cooperalive education project, maksudnya adalah pelatihan bagi belajar yang menerima pendidikan formal di sekolah yang bekerja di suatu perusahaan dan diperlukan sama seperti karyawan dalam perusahaan tetapi tetap dibawah pengawasan praktisi yang ahli
4. Job rotation dan transfer
adalah prose belajar yang biasanya untuk mengisi kekosongan dalam manajemen dan teknikal. Dalam pelatihan ini terdapat 2 kerugian yaitu peserta pelatihan hanya merasa dipekerjakan sementara dan tidak mempunyai komitmen untuk terlibat dalam pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan yang kedua banyak waktu yang terbuang untuk memberi orientasi pada peserta terhadap kondisi pekerjaan yang baru, tetapi pelatihan ini juga mempunyai keuntungan yaitu jika pelatihan ini diberikan oleh manajer yang ahli maka peserta akan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pelaksanaan dan praktek dalam pekerjaan
5. Junior boards dan commitee assingments
pelatihan dengan memindahkan peserta pelatihan kedalam komite untuk bertanggugnjawab dalam pengambilan keputusan admin, dan juga menempatkan peserta dalam anggota eksekutif agar memperoleh kesempatan dalam berinteraksi dengan eksekutif yang lain.
6. Couching dan counseling
pelatihan ini merupakan aktifitas yang mengharapkan timbal balik dalam penampilan kerja, dukungan dari pelatih dan penjelasan secara berlahan bagaimana melakukan pekerjaan secara tepat.
Off the job training dibagi menjadi 12 macam:
1.Vestibule training: pelatihan dimana dilakukan ditempat tersendiri yang dikondisikan seperti tempat aslinya. pelatihan ini digunakan untuk mengerjakan keahlian kerja yang khusus
2. Lecture: merupakan pelatihan dimana menampaikan berbagai macam info kepada sejumlah besar orang pada waktu bersamaan
3. independent self-study: pelatihan yang mengharapkan peserta untuk melatih diri sendiri misalnya dengan membaca buku, majalaj profesional, mengambil kursus pada universitas lokal dan mengikuti pertemuan profesional
4. Visual presentations: pelatihan dengan menggunakan televisi, film, video, presentasi dengan menggunakan slide
5. Conferences dan discusion: pelatihan ini biasa digunakan untuk pelatihan pengambilan keputusan dimana peserta dapat belajar satu dengan yang lainnya
6. Teleconferencing: pelatihan dengan menggunakan satelit, dimana pelatih dan peserta dimungkinkan untuk berada di tempat yang berbeda
7. Case studies: pelatihan yang digunakan dalam kelas bisnis, dimana peserta dituntut untuk menemukan prinsip-prinsip dasar denga menganalisa masalah yang ada
8. Role playing: pelatihan dimana peserta dikondisikan pada suatu masalah tertentu, peserta harus dapat menyelesaikan permasalah dimana peserta seolah-olah terlibat langsung
9. Simulation: pelatihan yang menciptakan kondisi belajar yang sangat sesuai dengan kondisi pekerjaan, pelatihan ini digunakan untuk belajar secara teknikal dan motor skill
10. Programmed instruction: merupakan aplikasi prinsip dalam kondisi operasional, biasana menggunakan komputer
11. Computer based training: merupakan program pelatihan yang diharapkan mempunyai hubungan interaktif antara komputer dan peserta, dimana peserta diminta untuk merespon secara langsugn selama proses belajar
12. Laboratory training: pelatihan ini terdiri dari kelompok kelompok diskusi yang tak beraturan dimana peserta diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka terhadap satu dengan yang lainnya. Tujuan pelatihan ini adalah menciptakan kewaspadaan dan meningkatkan sensitivitas terhadap perilaku dan perasaan orang lain maupun daalm kelompok

      teknik teknik dalam pelatihan antaranya: 
Brainstorming, metode ini lebih bertumpu pada pengalaman dan imajinasi.
tanya jawab dengan umpan balik, sering digunakan untuk mereview, overview materi.
Role playing,  untuk mebangun suasana kebersamaan dalam pelatihan, dan kerja team.


Daftar Pustaka :
Gulo Dali & Kartono Kartini. 2003. Kamus Psikologi. Pionir Jaya. Bandung
Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. UI-Press. Jakarta
Charoline. S,2014. Komunikasi Interpersonal antara Terapis. Jurnal E-Komunikasi. 2. 1-13
Ratnasari, S.L, 2013. Pengaruh Faktor Faktor Pelatihan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Departemen Produksi PT.X Batam. Buletin study ekonomi. 18. 1-8
Sanjaya, A. 2013. Hambatan Komunikasi Antara Budaya Antara Staf Marketing dengan Penghuni Berkewarganegaaan Australia dengan Korea Selatan di Apartemen X Surabaya. Jurnal E-Komunikasi. 1. 1-12
Lubis, F.W. 2008. Peranan Komunikasi dalam Organisasi. Jurnal Harmoni Sosial. 2. 1-5