Rabu, 17 Juni 2015

"£$%^&*()&%!

Alhamdulillah ...bulan puasa dateng lagi dan aku masih di beri kesempatan lagi dari NYA untuk merasakan nikmatnya bulan suci ramadan. Nikmatnya sahur, nikmatnya berpuasa, nikmatnya berbuka puasa, nikmatnya solat tarawih, tapi sayangnya untuk puasa kali ini saya tak dapat puasa pertama teraweh pertama sahur pertama mungkin sampai dua hari kedepan. sedih sih tapi yah gimana ya ini juga pemberian NYA. yaudahlah syukuri saja jadi besok bisa lunchy deh haha
kenapa ya waktu awal awal puasa bnyak orang yang melakukan solat teraweh 
waktu awal awal puasa bisa penuh tuh masjid tp 1 minggi kemudian itupun plg lama bisa berkurang dan berkurangnya tak tanggung tanggung .. aduh suka prihatin :(
smoga aku tak termasuk orang yang demikian dan harus tak termasuk ! 
dan juga nih yang jadi pertanyaan ku juga mngapa orang kalau takda teman teraweh suka males terawwh dan akhirnya tak teraweh padahalkan sejatinya teraweh atau ibadah hanya untuk NYA . seharusnya kalau hati kita sudah tertuju pada NYA sendirianpun jalan 
aduh ya ALLAH aku suka sedih melihat ny. seakan akan itu sudah menjadi adat orang islam dalam menyambut bulan penuh barakahMU
sejatinya kalau kita benar ingin beribadah padaMU yaduah jalan aja takkan peduli mau ada teman atau tak, tak peduli mw ada yang ngajak or tak .. kalau memang from deep heart yah jalan aja.
Pray from this situation :(

Jumat, 12 Juni 2015

gabut bro

Menyebalkan kala datang perasaan itu !
memang manusia tak ada yang 100% sama it's defferent, tetapi kita mempunyai rasa toleran tehadap adanya perbedaan itu but how your boy friend different about religion ?? what should i do ?
religion adalah dasar dari semuany. perbedaan agama dengan teman, sanak saudara, family tak jadi masalah but the problem is my couple or my future husband
dalam agama sayapun tak dibenarkan menikah dengan non-
jika saya masih beranggapan bahwa relationship is game tak masalah adanya perbedaan about that but no ! from last until now for me relationship is serious.
bismillah u n me END
i believe that my GOD chooises the great for me in everything not only my future husband amin ..
see u n 

Rabu, 03 Juni 2015

Rational Emotive Therapy atau Terapi Rasional Emotif (Albert Ellis)

Rational Emotive Therapy/ Terapi Rasional Emotif (Albert Ellis)
 didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir, baik secara rasional maupun tidak rasional. Ellis menyimpukan bahwa manusia itu berbicara sendiri, mengevaluasi sendiri, bertahan sendiri, memiliki naluri kecenderungan menuju pertumbuhan dan aktualisasi diri.

Teori ABC dari kepribadian, menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek RET. A adalah keberadaannya fakta. C adalah konsekuensi emosi dan prilaku ataupun reaksi individu. A pristiwa yang sedang berjalan tidak menjadi penywbab C konsekuensi emosi. melainkan B yaitu keyakinan si pribadi si A menjadi penyebab C, reaksi emosi. setelah ABC munculan D yang meragukan atau membantah. pada aplikasinya D adalah metodeb ilmiah untuk menolong klien menantang keyakinan irasionalnya. akhirnya sampailah mereka pada E falsafah efektif yang yang memiliki segi praktis. Falsafah ini menggantiksn yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. apabila berhasil dalam melakukan ini akan menciptakan F atau perangkat prasaan yang baru. tak lagi merasakan cemas melainkan merasa segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.
ket:
A: pristiwa yang sedang terjadi
B: keyakinan
C: konsekuensi emosi
D: intervensi yang meragukan
E: efek 
F: prasaan baru
 
Sasaran terapi yang dituju oleh RET dalam menggarap klientnya antara lain:
minat diri sendiri, minat sosial, pengarahan diri, tengang rasa, keluwesan, kesediaan menerima adanya, komitmen, berfikir ilmiah, mau menerima diri sendiri, mau menerima resiko, bertoleransi tinggi, dan bertanggung jawab.

Fungsi dan peranan terapis yaitu langkah pertama adalah menunjukkan kepada klien bahwa mereka telah menggunakan banyak hal yang seharusnya irasional. langkah kedua terapis membawa klien melampau tahap kesadaran. tahap ketiga menolong mereka memodifikasi pikiran mereka dan meninggalkan ide mereka ysng irasional. langkah keempat yaitu menantang klien untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan dapat menghindari diri untuk tidak menjuadi korban dari keyakinan irasional yang lain.

Teknik dan prosedur praktek dari terapirasional emotif atau rational emotive therapy 
a. Metode kognitif 
   beberapa teknik kognitif antara lain:
  •   mempertanyakan keyakinan irasional, terapis menunjukan kepada klienbahwa mereka terganggu bukan karena pristiwa tertentu yang terjadi melainkan karena persepsi mereka sendiri atas pristiwa tersebut
  • pekerjaan ruma kognitif, mereka diberi pekerjaan rumah yaitu cara untuk melacak seharusnya yang mutlak merupakan bagian dari pesan diri mereka yang terinternalisasi
  • mengubah gaya berbahasa seseorang, klien belajar bahwa seharusnya bisa diganti dengan preferensi
  • penggunaan humor, RET berpendapat bahwa ganggunan emosional sernig kali merupakan hasil sikap diri yang terlalu serius dalam memandang hidup mereka 
b. Teknik emotif
    beberapa teknik emotif antara lain:
  • Imaginasi rasional emotif, klien membayangkan mereka sedang berfikir, merasakan, dan berprilaku tepat seperti yang akan mereka lakukan dalam imaginasi mereka serta merasakan dan berprilaku dalam kehidupan nyata.
  • Bermain peran, terapis sering meninterupsi untuk menunjukan kepada klien apa yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri yang menciptakan gangguan
  • Latihan menyerang rasa malu, bahwa klien berusaha untuk tidak merasa malu meskipun orang lain jelas tidak menyetujuinya
  • penggunaan kekuatan dan ketegaran, klien ditunjukkan bagaimana cara menggunakan dialog keras pada diri sendiri, dimana mereka mengungkapkan keyakinan irasional mereka dan mampu mempertahankannya.
c. Teknik prilaku
    digunakan untuk mengubah prilaku klien yang tidak diinginkan
    beberapa teknik prilaku antara lain:
  • penguatan 
  • relaksasi
  • teknik pwemodelan sosial

Kelemahan RET 
kritikan yang ditunjukkan pada RET mencakup aspek kehidupsn klien yang dilingkari dan diabaikan oleh penfekatan umum. banyak klien yang dengan mudah diintimidasi terutama sebelum terapis mendapatkan respek dan kepercayaan dari klien. Setelah terciptanya hubungan yang kokoh antara keduanya , apabila klien merasa tidak didengarkan atau dipedulikan maka ada kemungkinan besar klien akan meninggalkan keiatan terapi.

Sumber
      Corey, Gerald. (1995. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Semarang : IKIP Semarang Press.
fotokopian materi psikologi konseling.