Selasa, 03 November 2015

I VERY PITY FOR YOUR LIFE

sadar akan setiap individu mempunyai kelebihan maupun kekurangan...
sadar kalau tidak ada yang 100% same
sadar akan toleransi
but .
bagaimana jika saya sudah memberikan toleransi, kesabaran akan sifat negatif dia yang menyakiti saya, apakah harus selalu saya bersikap manis terhadap anda MRS? Iwill aswer NO ! because disini saya mempunyai keperibadian yang kuat dan menurut saya anda telah menginjak nginjak seenak udel jika saya terus bersikap positif ke anda
banyak point yang tindakan anda membuat saya merasa dihinakan oleh anda tetapi yes saya telah memberikan toleransi untuk anda berfikir, berubah tetapiiiii nothing change from your self n i have done very sick for this !
banyak point yang saya merasa anda telah merendahkan saya secara tidak langsung, beberapa adalah
1. masalah uang 
waktu kita sama sama ingin kuliah mencari perkuliahan di mana mana akhirnya kita bertemu dengan gunadarma university di depok dengan hal yang menggiurkan yth beasiswa gunadarma. kitapun bolak balik ke tangerang-depok untuk mengurus perkuliahan dengan satu mobil yth mobil nya dan saya menumpang di mobilya selama mengurus perkuliahan karena saya mempunyai beberapa alesan untuk itu (1) saya dapat mengurangi kemacetan di jalan (2) lumayan dia ada temennya, yes its me (3) yang menyupiri kita adalah omnya dan selama di perjalanan minim sekali interaksi antara om dan dia so i think i am a bridge of them. yang ngobrol dengan omnya. dikhawatirkan kalau omnya mengantuk dan tdk ada interaksi takutnya ...(4) selama masih sama tujuannya why not untuk nebeng (5) jujur, saya lebih baik merepotkan atau nebeng ke teman daripada harus meminta papa untuk mengantarkan atau saya blg merepotkan saja. lagipula papa saya pasti masih tidur dan saya tdk ingin mengganggu.
dan pada suatu hari dia menghubungi saya meminta temani ke summarecon mall serpong n i said yes
ternyataaa setibanya saya disana terdapat dia dan adeknya hm.....(kalau sudah ada temennya ngapain minta temenin sama eike).  dia mulai berbicara blablabla kepada saya dan intinya adalah !!!!
'KA SELAMA INIKAN LO TANGERANG-DEPOK SAMA GUE NAIK MOBIL GUE DAN GA BAYAR BENSIN DAN LO SEKARANG NAGIH UANG KOSAN YANG MASIH MENJADI BOOKINGAN BLM SEBULAN' mungkin maksud dia (seharusnya gausah nagih lah)
oh astagaaa dia ga ikhlas toh seharusya ngomong dari awal gue gaakan sakit hati ko karena itu hak dia kalau tak membolehkan nebeng. alhamdulillah saya termasuk orang yang profesional kok jika meminta dan tak dikasih yah takan marah karena saya tau itu HAK dan terima konsekuensi mau di pinjemin syukur ga jg gpp . GA RUGI JUGA
2. masalah kepercayaan 




Senin, 02 November 2015

TUGAS SOFTSKILL 2 smester 7 SI. Psikologi

Nama    :  Ika Mulyana                                                                                                             NPM     : 13512575                                                                                                                 Kls        : 4 PA 06
1.      CBIS (Computer Based Information System)
1)      Pengertian CBIS adalah  sistem informasi untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengendalikan peranti keras dan lunak komputer.
2)      Evolusi CBIS terdapat
Tahap 1. AIS (Accounting Information System) yang menggunakan komputer hanya bersifat pengelola data perusahaan secara sederhana, dimana info untuk menejemen masih merupakan produk sampingan
Tahap 2. MIS (Management Information System) menghendaki bahwa aplikasi komputer mempunyai tujuan untuk menyajikan informasi manajemen. MIS merupakan sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum yang mewakili suatu unit organisasi seperti suatu tingkat manajemen atau suatu era fungsional
Tahap 3. DSS (Decision Support System)
Sistem penghasil informasi yang ditunjukkan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta mengambil keputusan, jadi DSS dapat mendukung satu orang manajer sekalipun dengan masalahnya sendiri-sendiri
Tahap 4. OA (Office Automation)
Aplikasi OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik seperti modem, fax, word-proccesing, e-mail
Tahap 5. ES (Expert System)
Ide dasar kecerdasan buatan (AI) adalah bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI adalah sistem pakar. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai seorang spesialis dalam suatu area fungsional. Sebagai contoh, sistem pakar dapat menyediakan sebagian bantuan yang sama seperti yang diberikan oleh seorang konsultan manajemen.
2. Komponen (Elemen Sistem)
Tujuan merupakan pemotivasi yang mengarahkan sistem. Ex: ingin agar dapat mengingat sesuatu secara long term

              Input adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem. Ex: materi yang disampaikan oleh penceramah adalah 'tidak boleh makan berdiri' ditangkap oleh yang mendengarkan ceramah menggunakan daya auditorinya (pendengaran)

                                    Proses adalah bagian yang melakukan perubahan dari masukan menjadi                                         keluaran. Ex: Info lalu panca indra lalu STM lalu LTM         

                                   Output adalah produk atau jasa. Ex: Perilaku yang sesuai      

                                   Umpan balik digunakan untuk pengendalian input dan proses. Ex: jika                                            terjadi proses pengulangan akan menghasilkan long term memory jika tidak                                    akan menghasilkan short term memory 

 Daftar pustaka:
          Gaspersz, Vincent. (1996). Ekonomi Manajerial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
              Laudon, C. Kenneth., Laudon, P. Jane. (2008). Sistem Informasi dan Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
         Umar, Husein. (2005). Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
      

                       



Kamis, 22 Oktober 2015

22 oktober 2015

NOW ! i don't have words to say 'give up' 'lazy' 
NOW ! my sweety leg must walk to much than usual
NOW ! FOCUS !
i want to make my masterpieces what i want to make it
NOW THE TIME HAS COMEEEE N I AM SO SERIOUS FOR IT.
BISMILLAHIRAHMANNIRAHIM ...
GOD WILL LEAD ME IF ALWAYS PRAYING AND WORKING 
I DONT CARE WHEN MY AROUND NEGATIF ENERGY, I JUST TO KNOW THAT I MUST BE POSITIVE IN ALL CONDITION.
n i think one year again for finish from my formal knowledge (S1 Psi) i think enough for sharpen my hide skills :))))


Rabu, 30 September 2015

TUGAS SOFTSKILL 1 SMESTER 7 SI PSIKOLOGI

Nama               : Ika Mulyana
Kelas                : 4 PA 06
NPM                : 13512575
Mata Kuliah       : Softskill  Sistem Informasi Psikologi
Soal                 : Mencari definisi dari sistem, informasi, psikologi (masing-masing dari 3 tokoh) lalu                         simpulkan! dan definisi sistem informasi psikologi dari kesimpulan masing-masing definisi                           sistem, informasi, psikologi!
 Jawab:
Definisi sistem dari 3 tokoh, sebagai berikut:
1.     Pengertian sistem menurut Fat (Hutahaean, 2014) adalah suatu himpunan suatu ‘benda’  nyata  atau abstrak yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan,  berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan bersatu dalam    suatu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif.
2.        Pengertian sistem menurut Indrajit (Hutahaean, 2014) mengemukakan bahwa sistem mengandung arti kumpulan-kumpulan dari komponen-komponen yang dimiliki unsur berkaitan antara satu dengan lainnya.
3.   Pengertian sistem menurut Jogianto (Hutahaean, 2014) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Dari definisi sistem menurut 3 tokoh yang telah disebutkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sistem adalah  suatu himpunan suatu benda nyata ataupun abstrak yang berkaitan satu dengan lainnya.

Definisi informasi dari 3 tokoh, sebagai berikut:
1.      Pengertian Informasi menurut Nuraida (2012) adalah data dengan tolok banding atau data yang telah diolah menjadi suatu kesimpulan yang mempunyai makna lebih.
2.      Pengertian informasi menurut Irwansyan dan Moniaga (2012) sekumpulan data atau fakta yang diorganisir atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerimanya.
3.      Pengertian Informasi menurut Djahir dan Pratita (2014) data hasil pemprosesan yang memiliki makna, biasanya menceritakan suatu hal yang belum diketahui.
Dari definisi informasi menurut 3 tokoh yang telah disebutkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai makna dan biasanya menceritakan suatu hal yang belum diketahui.

Definisi psikologi dari 3 tokoh, sebagai berikut:
1.      Pengertian psikologi menurut Bakar (2014) adalah ilmu tentang manusia.
2.      Pengertian psikologi menurut Matthews (2014) adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam situasi ekstrem.
3.      Pengertian psikologi menurut Colman (2015) adalah ilmu perilaku
Dari definisi informasi menurut 3 tokoh yang telah disebutkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia.

Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu himpunan data yang telah diolah dengan cara tertentu sehingga mempunya makna berkaitan dengan manusia.






Daftar Pusaka:
Bakar, A. Zainudin. (2014). Psikologi Pendidikan. Johor: Partridgepublishing.
Colman, M. Andrew. (2015). Dictionary of Psychology. United Kingdom: Oxford University Press.
Djahir, Yulia., & Pratita, Dewi. (2014). Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Deepublish.
Hutahaean, Jeperson. (2014). Konsep Sistem Informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Irwansyah, Edi., & Moniaga, V. Jurike. (2012). Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta: Deepublish.
Matthews, D. Michael. (2014). Head Strong. New York: Oxford University Press.
Nuraida, Ida. (2012). Manajemen Administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius.






Rabu, 17 Juni 2015

"£$%^&*()&%!

Alhamdulillah ...bulan puasa dateng lagi dan aku masih di beri kesempatan lagi dari NYA untuk merasakan nikmatnya bulan suci ramadan. Nikmatnya sahur, nikmatnya berpuasa, nikmatnya berbuka puasa, nikmatnya solat tarawih, tapi sayangnya untuk puasa kali ini saya tak dapat puasa pertama teraweh pertama sahur pertama mungkin sampai dua hari kedepan. sedih sih tapi yah gimana ya ini juga pemberian NYA. yaudahlah syukuri saja jadi besok bisa lunchy deh haha
kenapa ya waktu awal awal puasa bnyak orang yang melakukan solat teraweh 
waktu awal awal puasa bisa penuh tuh masjid tp 1 minggi kemudian itupun plg lama bisa berkurang dan berkurangnya tak tanggung tanggung .. aduh suka prihatin :(
smoga aku tak termasuk orang yang demikian dan harus tak termasuk ! 
dan juga nih yang jadi pertanyaan ku juga mngapa orang kalau takda teman teraweh suka males terawwh dan akhirnya tak teraweh padahalkan sejatinya teraweh atau ibadah hanya untuk NYA . seharusnya kalau hati kita sudah tertuju pada NYA sendirianpun jalan 
aduh ya ALLAH aku suka sedih melihat ny. seakan akan itu sudah menjadi adat orang islam dalam menyambut bulan penuh barakahMU
sejatinya kalau kita benar ingin beribadah padaMU yaduah jalan aja takkan peduli mau ada teman atau tak, tak peduli mw ada yang ngajak or tak .. kalau memang from deep heart yah jalan aja.
Pray from this situation :(

Jumat, 12 Juni 2015

gabut bro

Menyebalkan kala datang perasaan itu !
memang manusia tak ada yang 100% sama it's defferent, tetapi kita mempunyai rasa toleran tehadap adanya perbedaan itu but how your boy friend different about religion ?? what should i do ?
religion adalah dasar dari semuany. perbedaan agama dengan teman, sanak saudara, family tak jadi masalah but the problem is my couple or my future husband
dalam agama sayapun tak dibenarkan menikah dengan non-
jika saya masih beranggapan bahwa relationship is game tak masalah adanya perbedaan about that but no ! from last until now for me relationship is serious.
bismillah u n me END
i believe that my GOD chooises the great for me in everything not only my future husband amin ..
see u n 

Rabu, 03 Juni 2015

Rational Emotive Therapy atau Terapi Rasional Emotif (Albert Ellis)

Rational Emotive Therapy/ Terapi Rasional Emotif (Albert Ellis)
 didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir, baik secara rasional maupun tidak rasional. Ellis menyimpukan bahwa manusia itu berbicara sendiri, mengevaluasi sendiri, bertahan sendiri, memiliki naluri kecenderungan menuju pertumbuhan dan aktualisasi diri.

Teori ABC dari kepribadian, menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek RET. A adalah keberadaannya fakta. C adalah konsekuensi emosi dan prilaku ataupun reaksi individu. A pristiwa yang sedang berjalan tidak menjadi penywbab C konsekuensi emosi. melainkan B yaitu keyakinan si pribadi si A menjadi penyebab C, reaksi emosi. setelah ABC munculan D yang meragukan atau membantah. pada aplikasinya D adalah metodeb ilmiah untuk menolong klien menantang keyakinan irasionalnya. akhirnya sampailah mereka pada E falsafah efektif yang yang memiliki segi praktis. Falsafah ini menggantiksn yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. apabila berhasil dalam melakukan ini akan menciptakan F atau perangkat prasaan yang baru. tak lagi merasakan cemas melainkan merasa segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.
ket:
A: pristiwa yang sedang terjadi
B: keyakinan
C: konsekuensi emosi
D: intervensi yang meragukan
E: efek 
F: prasaan baru
 
Sasaran terapi yang dituju oleh RET dalam menggarap klientnya antara lain:
minat diri sendiri, minat sosial, pengarahan diri, tengang rasa, keluwesan, kesediaan menerima adanya, komitmen, berfikir ilmiah, mau menerima diri sendiri, mau menerima resiko, bertoleransi tinggi, dan bertanggung jawab.

Fungsi dan peranan terapis yaitu langkah pertama adalah menunjukkan kepada klien bahwa mereka telah menggunakan banyak hal yang seharusnya irasional. langkah kedua terapis membawa klien melampau tahap kesadaran. tahap ketiga menolong mereka memodifikasi pikiran mereka dan meninggalkan ide mereka ysng irasional. langkah keempat yaitu menantang klien untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan dapat menghindari diri untuk tidak menjuadi korban dari keyakinan irasional yang lain.

Teknik dan prosedur praktek dari terapirasional emotif atau rational emotive therapy 
a. Metode kognitif 
   beberapa teknik kognitif antara lain:
  •   mempertanyakan keyakinan irasional, terapis menunjukan kepada klienbahwa mereka terganggu bukan karena pristiwa tertentu yang terjadi melainkan karena persepsi mereka sendiri atas pristiwa tersebut
  • pekerjaan ruma kognitif, mereka diberi pekerjaan rumah yaitu cara untuk melacak seharusnya yang mutlak merupakan bagian dari pesan diri mereka yang terinternalisasi
  • mengubah gaya berbahasa seseorang, klien belajar bahwa seharusnya bisa diganti dengan preferensi
  • penggunaan humor, RET berpendapat bahwa ganggunan emosional sernig kali merupakan hasil sikap diri yang terlalu serius dalam memandang hidup mereka 
b. Teknik emotif
    beberapa teknik emotif antara lain:
  • Imaginasi rasional emotif, klien membayangkan mereka sedang berfikir, merasakan, dan berprilaku tepat seperti yang akan mereka lakukan dalam imaginasi mereka serta merasakan dan berprilaku dalam kehidupan nyata.
  • Bermain peran, terapis sering meninterupsi untuk menunjukan kepada klien apa yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri yang menciptakan gangguan
  • Latihan menyerang rasa malu, bahwa klien berusaha untuk tidak merasa malu meskipun orang lain jelas tidak menyetujuinya
  • penggunaan kekuatan dan ketegaran, klien ditunjukkan bagaimana cara menggunakan dialog keras pada diri sendiri, dimana mereka mengungkapkan keyakinan irasional mereka dan mampu mempertahankannya.
c. Teknik prilaku
    digunakan untuk mengubah prilaku klien yang tidak diinginkan
    beberapa teknik prilaku antara lain:
  • penguatan 
  • relaksasi
  • teknik pwemodelan sosial

Kelemahan RET 
kritikan yang ditunjukkan pada RET mencakup aspek kehidupsn klien yang dilingkari dan diabaikan oleh penfekatan umum. banyak klien yang dengan mudah diintimidasi terutama sebelum terapis mendapatkan respek dan kepercayaan dari klien. Setelah terciptanya hubungan yang kokoh antara keduanya , apabila klien merasa tidak didengarkan atau dipedulikan maka ada kemungkinan besar klien akan meninggalkan keiatan terapi.

Sumber
      Corey, Gerald. (1995. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Semarang : IKIP Semarang Press.
fotokopian materi psikologi konseling.



Kamis, 09 April 2015

Client Centered Therapy

       Unsur – Unsur Terapi (Person – Centered)
1.      Peran Terapis
Menurut Rogers, peran terapis bersifat holistik, berakar pada cara mereka berada dan sikap – sikap mereka, tidak pada teknik – teknik yang di rancang agar klien melakukan sesuatu. Penelitian menunjukkan bahwa sikap – sikap terapislah yang memfasilitasi perubahan pada klien dan bukan pengetahuan, teori, atau teknik – teknik yang mereka miliki. Terapis menggunakan dirinya sendiri sebagai instrument perubahan. Fungsi mereka menciptakan iklim terapeutik yang membantu klien untuk tumbuh. Rogers, juga menulis tentang I-Thou. Terapis menyadari bahasa verbal dan nonverbal klien dan merefleksikannya kembali. Terapis dan klien tidak tahu kemana sesi akan terarah dan sasaran apa yang akan di capai. Terapis percaya bahwa klien akan mengembangkan agenda mengenai apa yang ingin di capainya. Terapis hanya fasilitator dan kesabaran adalah esensial.
2.      Tujuan Terapis
Rogers berpendapat bahwa terapis tidak boleh memaksakan tujuan – tujuan atau nilai – nilai yang di milikinya pada pasien. Fokus dari terapi adalah pasien. Terapi adalah nondirektif, yakni pasien dan bukan terapis memimpin atau mengarahkan jalannya terapi. Terapis memantulkan perasaan – perasaan yang di ungkapkan oleh pasien untuk membantunya berhubungan dengan perasaan – perasaanya yang lebih dalam dan bagian – bagian dari dirinya yang tidak di akui karena tidak diterima oleh masyarakat. Terapis memantulkan kembali atau menguraikan dengan kata – kata pa yang di ungkapkan pasien tanpa memberi penilaian.


    Teknik Terapi
Tidak ada metode atau teknik yang spesifik. Karena Client-Centered Therapy menitikberatkan pada sikap-sikap terapis. Namun ada beberapa teknik dasar yang harus dimiliki terapis yaitu mendengarkan klien secara aktif, merefleksikan perasaan klien, dan kemudian menjelaskannya (Corsini & Wedding, 2011).
Penekanan teknik-teknik dalam pendekatan ini adalah pada kepribadian, keyakinan-keyakinan, dan sikap-sikap terapis, serta hubungannya dengan terapeutik. Dalam kerangka client centered, “teknik-teknik”nya adalah pengungkapan dan pengkomunikasian penerimaan, respek dan pengertian serta berbagi upaya dengan client dalam mengembangkan kerangka acuan internal dengan memikirkan, merasakan dan mengeksplorasi. Periode-periode Perkembangan Terapi Client Centered Hart (1970) membagi perkembangan teori Rogers ke dalam tiga periode yakni :
·         periode 1 (1940-1950) : Psikoterapi nondirektif, dimana menekankan penciptaan iklim permisif dan nondirektif. Penerimaan dan klarifikasi sebagai tekniknya.
·         Periode 2 (1950-1957) : Psikoterapi reflektif. Terapis merefleksikan perasaan-perasaan client dan menghindari ancaman dalam hubungannya dengan dengan client. Client diharapkan mampu mengembangkan keselarasan antara konsep diri dan konsep diri ideal.
·         Periode 3 (1957-1970); Terapi eksperiensial. Tingkah laku yang luas terapis yang mengungkapkan sikap-sikap dsarnya menandai pendekatan ini. Terapis difokuskan pada apa yang sedang dialami client dan pengungkapan oleh terapis. Sejak tiga pulu tahun terakhir, terapi client centered telah bergeser ke arah lebih banyak membawa kepribadian terapis dalam proses terapeutik.

  Konsep utama Client-Centered Therapy
·         Pandangan Tentang Sifat Manusia
Pandangan ini menolak adanya kecenderungan-kecenderungan negative dasar. Sementara beberapa pendekatan beranggapan bahwa manusia menurut kodratnya adalah irasional dan berkecenderungan merusak terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain kecuali jika telah menjalani sosialisasi. Rogers menunjukkan kepercayaan yang mendalam pada manusia. Ia memandang manusia tersosialisasi dan bergerak kemuka, berjuang untuk berfngsi penuh, serta memiliki kebaikan yang positif pada intinya yang terdalam. Pendek kata, manusia dipercayai dan karena pada dasarnya kooperatif dan konstruktif, tidak perlu diadakan pengendalian terhadap dorongan-dorongan agresifnya. Konsep dasar dari client-centered therapy adalah bahwa inidividu memiliki kecenderungan untuk mengakutalisasikan diri (actualizing tendencies) yang berfungsi satu sama lain dalam sebuah organisme.
Para terapis lebih terfokus pada “potensi apa yang dapat dimanfaatkan”. Pendekatan ini difokuskan pada tanggung jawab dan kesanggupan klien untuk menemukan cara-cara menyadari kenyataan secara penuh. Klien, sebagai orang yang paling mengetahui dirinya sendiri, adalah orang yang harus menemukan tingkah laku yang lebih pantas bagi dirinya.
Didalam terapi, terdapat dua kondisi inti: congruence dan unconditional positive regard.Congruence merujuk pada bagaimana terapis dapat mengasimilasikan dan menggiring pengalaman agar klien sadar dan memaknai pengalaman tersebut. Unconditional positive regard adalah bagaimana terapis dapat menerima klien apa adanya, di mana terapis membiarkan dan menerima apa yang klien ucapkan, pikirkan, dan lakukan. Model client-centered menolak konsep yang memandang terapis sebagai otoritas yang mengetahui yang terbaik dan yang memandang klien sebagai manusia pasif yang hanya mengikuti perintah-perintah terapis. Oleh karena itu, terapi client-centered berakar pada kesanggupan klien untuk sadar dan membuat putusan-putusan.
Rogers mengajukan hipotesis bahwa ada sikap-sikap tertentu pada pihak terapis(ketulusan, kehangatan, penerimaan yang nonposesif, dan empati yang akurat) yang membentuk kondisi-kondisi yang diperlukan dan memadai bagi keefektifan terapeutik pada klien. Terapi client-centerd memasukkan konsep bahwa fungsi terapis adalah tampil langsung dan bisa dijangkau oleh klien serta memusatkan perhatian pada pengalaman disini-dan-sekarang yang tercipta melalui hubungan antara klien dan terapis.
Di samping itu , terdapat juga sejumlah konsep dasar dari sisi klien, yakni self-concept, locus of evaluation, dan experiencing Self concept merujuk pada bagaimana klien memandang-memikirkan-menghargai diri sendiri. Locus of evaluation merujuk dari sudut pandang mana klien menilai diri. Orang yang bermasalah akan terlalu menilai diri mereka berdasar persepsi orang lain (eksternal). Experiencing, adalah proses di mana klien mengubah pola pandangnya, dari yang kaku dan terbatas menjadi lebih terbuka.
Ada beberapa konsep-konsep kepribadian yang dikemukakan Rogers, yaitu:
1.      pengalaman, yakni alam subjektif dari individual, di mana hanya indidivu spesifik yang benar-benarmemahami alam subjektif dirinya sendiri;
2.      realitas, yaitu persepsi individual terhadap lingkungan sekitarnya yang subjektif, di mana perubahan terhadap persepsi akan memengaruhi pandangan individu terhadap dirinya;
3.      kecenderungan individu untuk bereaksi sebagai keseluruhan yang beraturan (organized whole), di mana individu cenderung bereaksi terhadap apa yang penting bagi mereka (skala prioritas);
4.      kecenderungan individu untuk melakukan aktualisasi, di mana individu pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk menunjukkan potensi diri mereka, bahkan meskipun apa yang mereka lakukan (dan pikirkan) irasional;
5.      kerangka acuan internal yakni bagaimana individu memandang dunia dengan cara unik mereka sendiri;
6.      self atau diriyakni bagaimana individu memandang secara keseluruhan hubungan  aku (I) dan diriku (me),dan bagaimana hubungan keduanya dengan lingkungan; 
7.      simbolisasi, di mana individu menjadi sadar dengan pengalamannya, dan simbolisasi itu seringkali muncul secara konsisten dengan konsep diri;
8.      penyesuaian psikologis, di mana keberadaan congruence antara konsep diri dan persepsi individu akan menjadikan individu dapat melakukan penyesuaian psikologis (dan sebaliknya);
9.      proses penilaian organis, di mana individu membuat penilaian pribadi berdasarkan nilai yang dianutnya; dan
10.  orang yang berfungsi sepenuhnya, di mana orang-orang seperti ini adalah mereka yang mampu merasakan pengalamannya, terbuka terhadap pengalaman, dan tidak takut akan apa yang mereka sedang dan mungkin alami.

Sumber:
Corey, Gerald. (2003) . Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung : PT. Refika Aditama Depdiknas (2007).
Ivey, A. E., D'Andrea, M., Ivey, M. B., & Simek-Morgan, L. (2009). Theories of conseling dan psychotherapy. Canada: Pearson Education, Inc.
Semiun, Y. (2010). Kesehatan Mental 3. Yogyakarta: Kanisius

Rabu, 08 April 2015

saya merasa senang kala saya berguna buat orang lain... senang banget 
saya tak peduli apakah niat dia untuk meminta bantuan kepada saya negatif ataupun positif saya tetap senang bukan main.
karna sejatinya saya merasa senang no 1 adalah kala saya dapat melayani sesama mahluk ciptaan tuhan tetapi khususnya manusia ya kalau hewan hm...saya geli sama binatang hehe . maksud saya bukan geli dalam artian negatif loh ya.
we all die, but the goal is not to life forever but to fill your life.
saya ingin ketika saya meninggalkan dunia kelak mereka merasa kehilangan saya, saya ingin saya menjadi mempunyai arti bagi mereka. 
tidak peduli walaupun dia meminta bantuan kepada saya niatnya untuk memanfaatkan saya tidak peduli itu adalah urusan dia dengan tuhan. yang saya tau tugas saya di dunia adalah untuk membantu sesama selagi saya mampu, 
  

Selasa, 07 April 2015

to my sweet peoples

Tuhan aku tidak pernah meragukan sedikitpun satus ke-maha-an engkau Tuhan.
 meet me with sweet peoples that i am feel comfort have fun free laugh and than you take them for while, yes i know for while. ya i know that is one of couples fenomena what do you make. 
for while i assure in my self about that is not forever.
  

Minggu, 05 April 2015

Analisis transaksional

Terapi transaksional adalah suatu terapi kontraktual dan desisional. Klien membuat kontrak yang berisi tujuan-tujuan dan arah proses terapi. Terapi dengan pendekatan analisis transaksional ini dikembangkan oleh Eric Berne dengan berlandaskan dengan suatu teori kepribadian mengenai structural dan transaksional. Terapi ini berfokus pada putusan-putusan yang dibuat klien di awal untuk membuat putusan-putusan baru, dengan menekankan aspek-aspek kognitif-rasional-behavioral dan berorientasi pada peningkatan kesadaran.
Unsur unsur terapi transaksional
a)   Ego State Child
pernyataan ego dengan ciri kepribadian anak anak seperti manja, riang, lincah, dan rewel. ada 3 bagian dari ego state child ini adalah
      Adapted Child
Unsure ini kurang baik ditampilkan saat komunikasi karena banyak orang tidak menyukai dan hal ini menujukkan ketidak matangan dalam sentuhan.
·   Natural child (anak yang alamiah)
Natural child ini banyak disenangi oleh orang lain karena sifatnya yang alamiah dan tidak dibuat-buat serta tidak berpura-pura, dan kebanyakan orang senang pada saat terjadinya transaksi.
·   Little professorUnsur ini ditampilkan oleh seseorang untuk membuat suasana riang gembira dan menyenangkan padahal apapun yang dilakukannya itu tidaklah menunjukkan kebenaran.b)  Ego state parentCiri kepribadian yang diwarnai oleh siafat banyak menasehati, memerintah dan menunjukkan kekuasaannya. Ego state parent ini terbagi dua yaitu:·   Critical parentBagian ini dinilai sebagai bagian kepriadian yang kurang baik, seperti menujukkan sifat judes, cerewet, dll.·   Nurturing parentPenampilan ego state seperti ini baik seperti merawat dan lain sebagianya.c)  Ego state adultBerorientasi kepada fakta dan selalu diwarnai pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana.Dengan demikian untuk kita ketahui bahwasanya dalam tiap individu ego state yang tiga diatas selalu ada yang berbeda cuma kadarnya saja. Berapa banyak ego state yang ada dalam individu akan mempengaruhi tingkah laku orang tersebut.

Konsep Dasar

a. Struktur Kepribadian 
   Sumber-sumber dari tingkah laku bagaimana seseorang itu melihat suatu realitas serta bagaimana mereka mengolah berbagai informasi serta bereaksi dengan dunia pada umumnya, dan inilah yang disebut oleh Eric Berne sebagai Ego State (Status Ego). Istilah status ego digunakan untuk menyatakan suatu system perasaan dan kondisi pikiran serta berkaitan dengan pola-pola dan tingkah lakunya. Status ego pada diri seseorang itu terbentuk berdasarkan pengalaman-pengalaman yang diperoleh seseorang yang masih membekas pada dirinya sejak kecil. Menurut Eric Berne behwa status ego seseorang terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut:
1) Orang tua (Parent) Bila seseorang merasa dan bertingkah laku seperti orang tua atau tokoh-tokoh terdahulu, maka ia dapatlah berada dalam status ego orang tua. Setiap orang mendapatkan berbagai bentuk pengalaman, sikap, serta pendapat dari orang tuanya, maka dari itu berdasarkan pengalaman, sikap serta pendapatnya yang diperoleh dari orang tuanya masing-masing, setiap orang akan memiliki atau berada pada status ego orang tua. Status ego orang tua itu lebih sering kita lihat dengan nyata, misalnya: membimbing, membantu, mengarahkan, menyayangi, menasihati, mengecam, mengomando, mendikte, dsb. Dapat pula dilihat secara verbal, yaitu: harus, awas, jangan, lebih baik, pokoknya, cepat, dsb. Selain itu dapat pula secara non-verbal, yaitu: merangkul, membelai, menuing, mencium, melotot, dsb. Dapat dikatakan bahwa status ego orang tua dapat berbentuk langsung yaitu dengan menggunakan prototype, model, tipe, dari orang tua yang baik melalui verbal maupun non-verbal. Sedangkan dengan bentuk tidak langsung adalah merupakan petunjuk, aturan, norma, dan nilai-nilai yang pernah didenngar dari orang tua atau tokoh terdahulu pada masa kecil. 
2) Dewasa (Adult) Status ego dewasa adalah bentuk tindakan seseorang yang berdasarkan dasar pikiran yang logis, rasional, objektif, dan bertanggungjawab. Dewasa berfungsi untuk mengumpulkan berbagai informasi, memasukkan berbagai macam data ke dalam bank data, kemudian mempertimbangkan berbagai bentuk kemungkinan yang ada. 
3) Anak (Child) Status ego anak adalah suatu tindakan dari sesorang yang didasarkan pada rekasi emosional yang spontan, reaktif, humor, kreatif, serta inisiatif. Bentuk status ego anak dapat berbentuk wajar apabila terlhat bahwa tingkah lakunya pada masa anak-anak, yaitu: adanya ketergantungan pada orang lain, spontan, bebas, agresif, tidak mau kompromi, impulsive, kreatif, ingin tahu, merasakan berbagai bentuk penemuan baru yang berbentuk status ego yang lain adalah pengaruh tertentu dari orang tuanya. Dengan adanya pengaruh yang begitu melekat, maka menyebabkan anak bertindak dan bertingkah laku sesuai harapa, keinginan, dan cita-cita dari orang tuanya. Di sini akan tampak pola anak yang taat, patuh, sopan, penurut, tetapi ada pula yang menyebabkan anak mengalamai penderitaan, yaitu: overprotection, manja, konflik, stress, frustasi. Jadi status ego anak merupakan kejadian internal pada masa kanak-kanaknya
b.   Stroke
Dalam teorinya, Eric Berne mengemukakan suatu istilah yang disebut stroke, yang dapat diterjemahkan dengan “tanda perhatian”. Menurutnya stroke dapat dibedakan menjadi :
1)        Stroke Positif (Positive stroke)
Stroke positif adalah merupakan segala bentuk perhatian yang secara langsung dapat memperkuat motivasi dan kegairahan dalam kehidupannya yang diperoleh seseorang dalam awal kehidupannya. 
Misalnya : belaian, ciuman, senyuman, tepukan, dll. Bentuk stroke yang lain yaitu seperti piagam atas suatu prestasi, ijazah, dll. Stroke ini dapat menyebabkan seseorang merasa dihargai dan diperhatikan.
2)   Stroke negative (negative stroke)
Stroke negative adalah suatu bentuk stroke yang menunjukkan pandangan yang mengecewakan atau menyesali, pukulan, tamparan yang menyakitkan, kata-kata yang keras, mengkritik, sikap acuh, memelas, dll. 
Sedangkan stroke yang lebih formal adalah, tanda peringatan, surat teguran, nilai merah, dll. Stroke ini menyebabkan seseorang merasa tidak dihargai dan tiak berarti, dan secara langsung memungkinkan seseorang memiliki dan tumbuh sikap yang defensive untuk mempertahankan diri.
3)   Stroke bersyarat (conditional stroke)
Stroke bersyarat dapat diartikan sebagai suatu tanda perhatian yang diperoleh seseorang disebabkan ia telah melakukan sesuatu. Misalnya, “saya mau menemanimu berbelanja, asalkan kau mau membantu membersihkan rumah.”
4)   Stroke tidak bersyarat ( unconditional stroke)
Stroke tak bersyarat atau perhatian tak bersyarat, adalah tanda perhatian yang diperoleh seseorang tanpa dikenakan persyaratan apapun. Misalnya, “ Saya akan membantu anda dengan sebaik-baiknya.”
c.    Struktur Hunger
Eric Berne berpendapat bahwa kebutuhan seseorang untuk mengadakan serangkaian transaksi dengan individu lainnya adalah bersumber pada suatu stimulus atau sensation hunger, dan recognition hunger. Berdasarkan suatu penelitian, Eric Berne berpendapat bahwa  sensation hunger memiliki nilai yang sama dengan food hunger, dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup seseoarang. 
Pada awalanya stimulus hunger ini akan bisa terpenuhi melalui sentuhan, belaian, oleh ibunya pada waktu kecil. Sejak itu individu belajar untuk menerima berbagai bentuk rangsangan lain, misalnya: senyuman, timangan, kata-kata, dll. Dalam hubungan ini terjadilah perubahan bentuk, yaitu dari bentuk stimulus hunger menjadi recognition hunger, dan selanjutnya berkembang kearah pembentukan suatu struktur yang lebih jelas, dan perubahan ini yang di sebut Eric Berne sebagai Struktur Hunger.
Setiap orang ingin mendapatkan kontak, baik fisik maupun psikis dengan orang lain, dan setiap orang ingin menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya sepanjang hidupnya. Dalam analisis transaksional dari Eric Berne mengemukakan 6 cara penggunaan waktu, yaitu:
1)        Withdrawal
Arti kata Withdrawal dapat diartikan penarikan diri. Penarikan diri di sini maksudnya adlah suatu keadaan dimana seseorang sama sekali tidak mau mengadakan konsultasi dengan terbuka dengan orang lain. Orang tersebut menyendiri atu mengisolir diri secara fisik ataupun psikis, misalnya: melamun, berfantasi, dll.
2)        Rituals
Rituals adalah suatu rangkaian transakasi yang diatur secara social dimana sudah ada suatu aturan tertentu dari stimulus dan respon. Ritual ini dilaksanakan tanpa memiliki suatu pesan yang berarti, misalnya: selamat pagi, selamat malam, apa kabar, dll.
3)        Pastimes
Tujuan dari transaksi yang terjadi adalah untuk pengisian waktu luang. Sedangkan objeknya adalah kegiatan yang tidak mengandung bahaya, misalnya: olahraga, mobil, anak, mode, politik. Hal ini sering dilakukan antar orang yang saling mengenal, misalnya dalam bus, pesta. 
4)        Aktivitas
Aktivitas atau juga bisaa disebut dengan “kerja”, yaitu mengerjakan tugas-tugas yang sebelumya telah direncanakan tentang ketentuannya. Hal ini untuk memenuhi tuntutan serta kebutuhan biologis atau psikologis. 
5)        Games
Permainan atau games merupakan suatu rangkaian transaksi yang ruang geraknya menuju kea rah yang jelas dan dapat diramal sebelumnya. Permaianan sering menimbulkan kesulitan dalam kontak social serta menghalangi hubungan yang bersifat interpersonal terbuka, jujur, dan intim.
6)        Intimacy
Merupakan suatu rangkaian transaksi yang cukup sederhana yang menyebabkan terjadinya hubungan interpersonal yang paling dalam. Intimacy akan berlangsung dengan penuh kehangatan, kelembutan, afeksi, dan kasih saying. 
d.   Posisi Psikologis Dasar
Thomas A.Haris, M.D., menyebutkan adanay empat posisi psikologis yang menentukan kehidupan seseorang, di antaranya:
1)        Posisi pertama     : I’m Not OK – You’re OK
Posisi ini menunjukkan behwa pada diri seseorang meraskan bahwa ia lebih rendah dari orang lain. Posisi ini adalah sikap umum yang yang pertama dimiliki oleh anak pada masa awal kanak-kanak. Posisi ini juga terbentuk pada seseorang yang mendapat stroke yang negative.  Dominasi posisi ini disebut Adapted child (anak penurut)
2)        Posisi kedua        : I’m Not OK – You’re Not OK
Keadaan ini lebih parah dan berbahaya dari posisi pertama, da n dipilih sebagai posisi psikologis. Posisi ini disebabkan mereka tidak memiliki gairah hidup. Mereka sudah menganggap ketidakberdayaan, ketidakmampuan yang ada pada dirinya tiadk ada yang bisa menolong.
3)        Posisi ketiga         : I’m OK – You’re Not OK
Posisi hidup ini menunujukkan adanya kecenderungan pada diri seseorag untuk menuntut seseorang, menyalahkan seseorang, mengkambinghitamkan orang lain, menuduh orang lain. Hal ini dapat disebabkan mereka merasa dikecewakan orang lain. Dan di posisi ini dia menganggap diriny alebih baik dari orang lain. 
4)        Posisi keempat    : I’m OK – You’re OK
Posisi ini adalah posisi hidup yang sehat dan menunjukkan adanya suatu keseimbangan pada diri seseorang yang bersifat konstruktif. Posisi ini menunjukkan adanya pengakuan akan orang lain yang memiliki hak yang sama dengan dirinya.
1)        Individu sehat, ditandai dengan tingkah lakunya 
a)      Dapat menggunakan ketiga status ego dengan baik
b)     Posisi dasar hidupnya adalah I am OK, you are OK
c)      Relatif bebas dari script
d)     Tidak ada kebutuhan untuk “games playing”
e)      Memahami dirinya dan orang lain
f)       Bisa menyatakan diri secara bebas
g)      Bisa mencintai dan dicintai
2)        Individu tidak sehat, ditunjukkan dengan tingkah lakunya dengan
a)      Konsep diri negatif
b)     Hubunngan denngan oranng lain negatif

TEKNIK-TEKNIK KONSELING
Teknik konseling yang digunakan adalah: 
1. Permission 
Memperbolehkan klien melakukan apa yang tidak boleh dilakukan oleh orang tuanya 
2. Protection 
Melindungi klien dari ketakutan karena klien disuruh melanggar terhadap peraturan orang tuanya. 
3. Potency
Mendorong klien untuk menjauhkan diri klien dari injuction yang diberikan orang tuanya. 
4. Operation 
a). Interrogation
Mengkonfrontasikan kesenjangan-kesenjangan yang terjadi pada diri klien sehingganya berkembang  respon adult dalam dirinya. 
b). Specification
Mengkhususkan hal-hal yang dibicarakan sehingganya klien paham tentang ego statenya. 
c). Confrontation
Menunjukkan  kesenjangan atau ketidak beresan pada diri klien
d). Explanation
Transaksi adult-adult yang terjadi antara konselor dengan klien untuk menejlaskan mengapa hal ini terjadi (konselor mengajar klien)
e). Illustration
Memberikan contoh pengajaran kepada klien agar ego statenya digunakan  secara tepat.   
f).  Confirmation
Mendorong klien untuk bekerja lebih keras lagi. 
g). Interpretation
Membantu klien menyadari latar belakang dari tingkah lakunya 
h). Crystallization
Menjelaskan kepada klien bahwasanya klien sudah boleh mengikuti games untuk mendapatkan stroke yang diperlukannya

Sumber:

Gerald, Corey. 2005. teori dan paktek konseling dan psikoterapi. Bandung: Rafika Aditama
Taufik. 2009.model model konseling. Padang:Jurusan BK KIP UNP