Rabu, 03 Juni 2015

Rational Emotive Therapy atau Terapi Rasional Emotif (Albert Ellis)

Rational Emotive Therapy/ Terapi Rasional Emotif (Albert Ellis)
 didasarkan pada suatu asumsi bahwa manusia memiliki potensi berfikir, baik secara rasional maupun tidak rasional. Ellis menyimpukan bahwa manusia itu berbicara sendiri, mengevaluasi sendiri, bertahan sendiri, memiliki naluri kecenderungan menuju pertumbuhan dan aktualisasi diri.

Teori ABC dari kepribadian, menduduki posisi sentral dalam teori dan praktek RET. A adalah keberadaannya fakta. C adalah konsekuensi emosi dan prilaku ataupun reaksi individu. A pristiwa yang sedang berjalan tidak menjadi penywbab C konsekuensi emosi. melainkan B yaitu keyakinan si pribadi si A menjadi penyebab C, reaksi emosi. setelah ABC munculan D yang meragukan atau membantah. pada aplikasinya D adalah metodeb ilmiah untuk menolong klien menantang keyakinan irasionalnya. akhirnya sampailah mereka pada E falsafah efektif yang yang memiliki segi praktis. Falsafah ini menggantiksn yang tidak pada tempatnya dengan yang cocok. apabila berhasil dalam melakukan ini akan menciptakan F atau perangkat prasaan yang baru. tak lagi merasakan cemas melainkan merasa segala sesuatu sesuai dengan situasi yang ada.
ket:
A: pristiwa yang sedang terjadi
B: keyakinan
C: konsekuensi emosi
D: intervensi yang meragukan
E: efek 
F: prasaan baru
 
Sasaran terapi yang dituju oleh RET dalam menggarap klientnya antara lain:
minat diri sendiri, minat sosial, pengarahan diri, tengang rasa, keluwesan, kesediaan menerima adanya, komitmen, berfikir ilmiah, mau menerima diri sendiri, mau menerima resiko, bertoleransi tinggi, dan bertanggung jawab.

Fungsi dan peranan terapis yaitu langkah pertama adalah menunjukkan kepada klien bahwa mereka telah menggunakan banyak hal yang seharusnya irasional. langkah kedua terapis membawa klien melampau tahap kesadaran. tahap ketiga menolong mereka memodifikasi pikiran mereka dan meninggalkan ide mereka ysng irasional. langkah keempat yaitu menantang klien untuk mengembangkan falsafah hidup yang rasional sehingga di masa depan dapat menghindari diri untuk tidak menjuadi korban dari keyakinan irasional yang lain.

Teknik dan prosedur praktek dari terapirasional emotif atau rational emotive therapy 
a. Metode kognitif 
   beberapa teknik kognitif antara lain:
  •   mempertanyakan keyakinan irasional, terapis menunjukan kepada klienbahwa mereka terganggu bukan karena pristiwa tertentu yang terjadi melainkan karena persepsi mereka sendiri atas pristiwa tersebut
  • pekerjaan ruma kognitif, mereka diberi pekerjaan rumah yaitu cara untuk melacak seharusnya yang mutlak merupakan bagian dari pesan diri mereka yang terinternalisasi
  • mengubah gaya berbahasa seseorang, klien belajar bahwa seharusnya bisa diganti dengan preferensi
  • penggunaan humor, RET berpendapat bahwa ganggunan emosional sernig kali merupakan hasil sikap diri yang terlalu serius dalam memandang hidup mereka 
b. Teknik emotif
    beberapa teknik emotif antara lain:
  • Imaginasi rasional emotif, klien membayangkan mereka sedang berfikir, merasakan, dan berprilaku tepat seperti yang akan mereka lakukan dalam imaginasi mereka serta merasakan dan berprilaku dalam kehidupan nyata.
  • Bermain peran, terapis sering meninterupsi untuk menunjukan kepada klien apa yang mereka katakan tentang diri mereka sendiri yang menciptakan gangguan
  • Latihan menyerang rasa malu, bahwa klien berusaha untuk tidak merasa malu meskipun orang lain jelas tidak menyetujuinya
  • penggunaan kekuatan dan ketegaran, klien ditunjukkan bagaimana cara menggunakan dialog keras pada diri sendiri, dimana mereka mengungkapkan keyakinan irasional mereka dan mampu mempertahankannya.
c. Teknik prilaku
    digunakan untuk mengubah prilaku klien yang tidak diinginkan
    beberapa teknik prilaku antara lain:
  • penguatan 
  • relaksasi
  • teknik pwemodelan sosial

Kelemahan RET 
kritikan yang ditunjukkan pada RET mencakup aspek kehidupsn klien yang dilingkari dan diabaikan oleh penfekatan umum. banyak klien yang dengan mudah diintimidasi terutama sebelum terapis mendapatkan respek dan kepercayaan dari klien. Setelah terciptanya hubungan yang kokoh antara keduanya , apabila klien merasa tidak didengarkan atau dipedulikan maka ada kemungkinan besar klien akan meninggalkan keiatan terapi.

Sumber
      Corey, Gerald. (1995. Teori dan praktek dari konseling dan psikoterapi. Semarang : IKIP Semarang Press.
fotokopian materi psikologi konseling.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar