Sabtu, 18 Oktober 2014

TUGAS PART 2

Nama : Ika Mulyana
NPM : 13512575
Kls : 3PA06
Psychology of Gunadarma University

Pengorganisasian Struktur Managemen
1.1 Definisi pengorganisasian ? 
  • menurut kamus oxford pengorganisasian adalah make preparations, arrange
1.2 Pengorganisasian sebagai fungsi managemen ?
  • organisasi formal yaitu kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkn diri dengan tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional ex : perseroan terbatas, sekolah, ect 
  • organisasi informal yaitu kumpulan ari dua orang atau lebih yang terlibat pada suatu aktifitas serta tujun bersama yang tidak disadari ex : arisan ibu ibu se RT, ect 
Actuating dalam managemen ?


2.1 Definisi actuating ?
  • menggerakkan pekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditargetkan
2.2 Pentingnya actuating ?
  • agar tercapainya suatu target or keinginan 
2.3 Prinsip actuating ?
  • memperlakukan pegawai dengan sebaik - baiknya
  • memberikan dorongan untuk mengembangkan potensinya
  • adil tanpa pilih kasih
  • menghargai hasil yang baik dan sempurna
  • mendororng perkembangan pertumbuhan manusia
Mengendalikan fungsi managemen !
3.1 Definisi controlling ?
  • power to make decisions about anything in organization or everywhere
3.2 Langkah-langkah dalam controlling ?
  • perencanaan strategi 
  • penyusunan anggaran 
  • pelaksanaan anggaran
  • evaluasi kinerja
3.3 kontrol sebagai fungsi managemen


  • fungsi utama dari controlling dalam managemen adalah perbaikkan peningkatan kualitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 
Motivasi
4.1 DDefinisi motivasi ?


  • kontrol batiniah dari tingkah laku seperti yang diwakili oleh kondisi - kondisi fisiologis, minat-mintat,  kepentingan-kepentingan, sikap-siksp, dan aspirasi-aspirasi
4.2 Definisi motivasi kerja ?


  • hasrat yang berbeda dari person-person untuk memperjuangkan dan melaksanakan dengan baik satu tugas khusus tertentu 
4.3 Teori-teori motivasi ?
  • teori dorongan (drive theory) mengatakan bahwa prilaku didorong ke arah tujuan oleh kondisi yang mendesak (driving state) dalam diri orang atau binatang. gagasan freud tentang kepribadian didasarkan pada dorongan seksual dan dorongan agresif bawaan. bila kondisi dorongan internal itu muncul, individu didesak untuk berprilaku dengan cara yang sedemikian rupa sehingga mengurangi intensitas dari kondisi mendesaj tersebut. pada manusia sekurang-kurangnya tercapainya pengurangan kondisi terdesak itu merupakan sesuatu menyenangkan dan memuaskan.
  • Teori insentif, memberi tekanan pada prilaku yang dimotivasi oleh insentif. teori dorongan lebih berlaku untuk beberapa motif biologis seperti lapar, haus, seks. teori insentif lebih merupakan satu daya tarik atau rangsangan yang datang dari depan. misalnya dua kelompok tikus yang kadar kelaparannya sama (dorongan), diberi makanan yagn berbeda. kelompok A diberi makanan yang enak-enak, dan kelompok B diberi makanan biasa, ternyata kelompok A menghabiskan lebih banyak makanan ketibang kelompok B. bearti motivasi dorongannya sama tetapi motivasi daya tariknya atau insentif berbeda. hal penting dari teori insentif adalah bahwa individu mengharapkan kenikmatan dengan mencapai apa yang disebut insentif positif dan menghindari apa yang dikenal sebagai insentif negatif.
  • Teori proses - terbalik berbicara tentang motivasi untuk mendapatkan kenikmatan sesudah mengatasi tantangan. misalnya penerjun payung, yang pada awalnya ketakutan tetapi tetap terjun untuk merasakan kenikmatan terjun payung.  atau seorang pengguna narkoba, mula-mula hanya menggunakan narkoba untuk menghilangkan stress. tetapi lama kelamaan dia akan menggunakan narkoba untuk melepaskan diri dari rasa tidak enak yagn ditimbulkan kalau tidak menggunaka narkoba. motivasi ini sering terdapat pada orang yang senang menyerempet bahaya untuk mendapatkan kenikmatan setelah bebas dari bahaya itu. 
  • Teori level optime berbicara tentang motivasi yang timbul untuk mengejar level optimal. misalnya orang yang terlalu sibuk akan mengalami stress dan kelelahan dan selanjutnya termotivasi untuk melakukan sesuatu guna mengendorkan ketegangan atau stress itu sampai ke level optimal. orang yang memiliki terlalu banyak waktu luang karena tidak ada kesibukan akan mengalami kebosanandan selanjutnya akan mencari kesibukan sampai ke level optimal. bandingkan dengan keadaan homeostatis, kecenderungan tubuh untuk mempertahankan proses fisiologis internal pada level optimal.
Kepuasan kerja
5.1 Definisi kepuasan kerja ?
  • harapan dapat mencapai gol dalam pekerjaan / the appraisal of one's job as attaining or allowing the attainment of one's important job value
5.2 Aspek-aspek kepuasan kerja ?
  • kesesuaian keperibadian dengan pekerjaan, paa hakikatnya orang yang tipe keperibadiannya kongruensama dan sebangun dengan pekerjaan yang mereka pilih seharusnya mendapatkan bahwa mereka mempunyai bakat dan kemampuan yang tepat untuk memenuhi tuntutan dari pekerjaan mereka. dengan demikian akan lebih besar kemungkinan untuk berhasil pada pekerjaan tersebut.
  • rekan kerja yang mendukung, oragn orang mendapatkan lebih daripada sekedar uang atau prestasi yang berwujud dari dalam kerja. bagi kebanyakan karyawan, kerja juga megnisi kebutuhan akan sosial. oleh karena itu bisa mempunyai rekan kerja yang ramah dan menyenangkan dapat menciptakan kepuasan kerja yang meningkat 
  • kerja yang secara mental menantang, kebanyakan karyawan menyukai pekerjaan-pekerjaan yang memberi mereka kesempatan untuk menggunakan keterampilan dan kemampuan mereka dan menawarkan tugas, kebebasan, dan umpan balik mengenai betapa baik mereka mengerjakan. karakteristik ini membuat kerja meantang. pekerjaan yang kurang menantang menciptakan kebosenan, tetapi terlalu bnyak menantang menciptakan frustasi dan prasaan gagal.
5.3  Faktor-faktor penentu kepuasan kerja ?
  • ciri-ciri instrinsik pekerjaan, menurut Locke ciri-ciri instrinsik dari pekerjaan yang menentukan kepuasan kerja ialah keragaman, kesulitan, jumlah pekerjaan, tanggung jawab, otonomi, kendali terhadap metode kerja, kemajemukan, dan kreativitas.
  • Gaji penghasilan, imalan yang dirasakan adil, Siegel & Lane mengutip kesimpulan yang diberikan oleh beberapa ahli yang meninjau kembali hasil hasil penelitian tentang pentingnya gaji sebagai penentu dari kepuasan kerja, yaitu bahwa para sarjana psikologi telah secara tradisional dan salah meminimasi pentingnya uang sebagai penentu kepuasan kerja
  • Penyeliaan, hasil penelitian menunjukkan bahwa hana ada satu ciri kepemimpinan yang secara konsisten berkaitan dengan kepuasan kerja yaiu penenggangan rasa. hubungan antara aspek-aspek lain dair penyeliaan dan kepuasan kerja adalah kurang jelas dan hasilnya saling bertentangan. Locke memberikan kerangka teoritis untuk memahami kepuasan tenaga kerja dengan penyeliaan. ia menemukan dua jenis dari hubungan atasan dan bawahan: hubungan fungsional mencerminkan sejauh mana penyelia membantu tenaga kerja untuk memuaskan nilai-nilai pekerjaan yang penting bagi tenaga kerja. misalnya jika kerja yang menantang penting bagi tenaga kerja, penyelianya membantu memberikan pekerjaan yang menantang kepadanya. hubungan keseluruhan didasarkan pada ketertarikan antar pribadi yang mencerminkan sikap dasar dan nilai nilai yang serupa. misalnya atasan dengan bawahan saling tertarik karena dua-dunya senang bermain bridge, atau dua duanya mempunyai pandangan hidup ysng sama. berdasarkan model dari Locke ini orang dapat mempunyai hubungan keseluruhan yang baik dan sebaliknya. menurut Locke, tingkat kepuasan kerja yang paling besar dengan seorang atasan ialah jika kedua jenis hubungan adalah positif. penyeliaan merupakan salah satu faktor juga dari kelompok faktor Hygiene dan Herzberg. namun jika cara penyeliaan dilakukan oleh atasan yang memiliki ciri-ciri pemimpin yang transformasional maka tenaga kerja akan meningkatkan motivasinya sekaligus dapat merasa puas dengan pekerjaannya.
  • rekan-rekan sejawat yang menunjang
  • kondisi kerja yang menunjang, bekerja dalam ruangan yang sempit, panas, yang cahaya lampunya menyilaukan mata, kondisi kerja yang tidak mengenakkan akan menimbulkan keengganan untuk bekeja.

sumber :
Basuki Heru, A.M. 2008. Psikologi Umum. Gunadarma. Jakarta
Gulo Dali & Kartono Kartini. 2003. Kamus Psikologi. Pionir Jaya. Bandung
Munandar, A.S. 2001. Psikologi Industri dan Organisasi. UI-Press. Jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar